
Tidak ada sekolah yang mengajarkan cara membeli rumah. Tidak ada mata pelajaran tentang KPR, developer, atau legalitas tanah. Kebanyakan orang belajar dari pengalaman, sering kali setelah melakukan kesalahan.
Kesalahan umum first buyer adalah terlalu fokus pada desain dan harga, tapi lupa memikirkan lokasi, kualitas bangunan, dan reputasi pengembang. Padahal tiga hal ini justru menentukan kenyamanan jangka panjang.
Banyak juga yang tidak menghitung biaya tambahan seperti pajak, notaris, renovasi, dan furnitur. Akibatnya, setelah akad, keuangan justru terasa lebih berat dari yang dibayangkan.
Membeli rumah pertama seharusnya dilihat sebagai proyek hidup, bukan sekadar transaksi. Ia membutuhkan perencanaan, kesabaran, dan kejujuran terhadap kondisi finansial sendiri.
Perbedaan utama rumah murah dan rumah layak bukan hanya di harga awal, tapi di biaya jangka panjang. Rumah murah sering datang dengan kompromi kualitas dan lingkungan, sehingga dalam beberapa tahun muncul biaya tambahan seperti renovasi, perbaikan, dan bahkan keinginan pindah.
Sebaliknya, rumah yang layak memberikan stabilitas. Nilainya cenderung lebih terjaga, lingkungan lebih tertata, dan biaya perawatan lebih terkendali. Dalam jangka panjang, rumah layak justru lebih hemat meski harga awal sedikit lebih tinggi.
Zenitlandmengedepankan konsep rumah layak dengan fokus pada kualitas bangunan, tata lingkungan, dan lokasi yang realistis untuk kehidupan sehari-hari, sehingga hunian tidak hanya menarik di awal, tetapi tetap nyaman dan bernilai dalam jangka panjang.
Hotline: 08516-3000-591
